TVRI Sultra Upayakan Siaran Piala Dunia 2026 Jangkau Sampai ke Pelosok
LPP TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara menyiapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan siaran Piala Dunia 2026 hingga wilayah pelosok dan area blank spot di Bumi Anoa.
KENDARI – LPP TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat di Bumi Anoa dapat menikmati tayangan Piala Dunia 2026. Fokus utama saat ini adalah menjangkau wilayah "zona merah" atau area blank spot yang selama ini kesulitan mengakses siaran digital.
Kepala Stasiun TVRI Sultra, Emelia Baharessa, menyatakan bahwa sebagai official broadcaster, pihaknya tengah berupaya memperluas jangkauan siaran melalui koordinasi intensif dengan TVRI Pusat.
"Kami menyadari masih ada beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam zona merah karena keterbatasan jangkauan TV digital. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan pusat untuk solusi teknis peralatan," ujar Emelia saat di Kendari, Minggu (5/4/2026).
Kolaborasi Distribusi dan Pemberdayaan UMKM
Selain pembenahan infrastruktur digital, TVRI Sultra juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi konten Piala Dunia mencapai daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Sesuai arahan pusat, kami membuka peluang untuk menggandeng TV kabel lokal maupun bekerja sama dengan pemerintah daerah yang merespons positif agar saat pertandingan berlangsung, masyarakat bisa ikut bergembira," tambahnya.
Tidak hanya fokus pada transmisi, TVRI Sultra berencana menyelenggarakan nonton bareng (nobar) resmi di halaman kantor stasiun. Acara ini nantinya akan melibatkan pelaku UMKM lokal guna mendukung ekonomi kreatif sekaligus menciptakan perayaan yang merakyat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Upaya TVRI tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Ia menilai kemudahan akses menonton gelaran akbar sepak bola dunia ini sangat penting bagi psikologis dan kegembiraan masyarakat.
"Pemerintah berkewajiban mendorong masyarakat untuk menyukseskan agenda dunia ini. Ini adalah sarana charge ulang kehidupan agar kita bisa melupakan sejenak masalah melalui kegembiraan bola," kata Hugua.
Ia berharap perluasan jangkauan siaran ini dapat menggerakkan dinamika ekonomi, mulai dari tingkat desa hingga kota, seiring munculnya titik-titik kumpul masyarakat saat menyaksikan pertandingan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

